Tanjung, INFO_PAS – Sebagai upaya optimalisasi pencegahan masuknya barang – barang terlarang petugas khusus X-Ray Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung memberikan simulasi penggunaan X-Ray barang kepada petugas Lapas Tanjung khususnya pegawai staf yang ditugaskan dalam pelaksanaan pelayanan tamu kunjungan dan penitipan barang, dan petugas pintu utama (P2U) serta CPNS, Rabu(28/09). Ikut pula Kepala Lapas Tanjung dan jajaran struktural. Bertempat di Ruang Layanan Kunjungan, Kalapas berharap dengan adanya pelatihan atau simulasi seperti ini petugas dapat mendapatkan ilmu sehingga dapat diterapkan untuk meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban serta mencegah masuknya barang – barang terlarang.
Rabu, 28 September 2022
MANFAATKAN ALAT PENINGKATAN KEAMANAN, PETUGAS LAPAS TANJUNG KHUSUS X-RAY BERIKAN SIMULASI KEPADA PETUGAS LAINNYA
Jumat, 23 September 2022
PROGRAM PEMBINAAN HIDROPONIK BERHASIL, LAPAS TANJUNG DAPAT APRESIASI DARI SKK MIGAS KALSUL DAN PT. PERTAMINA TANJUNG FIELD
Tanjung, INFO_PAS – Kantor
Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan melalui Lembaga
Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung pada hari ini mendapat kunjungan dari SKK
Migas Regional Kalimantan Sulawesi, Jum’at(23/09). Dengan didampingi dari PT.
Pertamina Tanjung Field, kunjungan ini merupakan apresiasi atas berhasilnya
pengelolaan bantuan dari CSR PT. Pertamina Tanjung Field kepada Lapas Kelas IIB
Tanjung. Kedatangan ini disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung
beserta jajaran struktural dan staf.
Program yang diberikan PT.
Pertamina Tanjung Field kepada Lapas Kelas IIB Tanjung yaitu Program Hidroponik
dan Bioflok. Masing-masing program dikelola oleh 20 orang warga binaan secara
kelompok dengan pembagian satu program diberikan 3 media hidroponik dan 3 media
bioflok. Untuk hidroponik tanaman sayur yang di kelola yaitu sayur pakcoy dan
untuk program bioflok ikan yang dikelola adalah ikan patin.
Adapun program yang sudah
berhasil yaitu tanaman hidroponik pakcoy yang selama 3 bulan terakhir sudah 3
kali panen dalam 3 media. Total hasil yang dipanen selama 2 bulan terakhir
yaitu sebanyak 900 batang. Kunci sukses dalam perkebunan hidroponik sayur
pakcoy di Lapas Kelas IIB Tanjung yaitu perawatan, ketelitian serta pengawasan
yang secara berkala dilakukan.
Fauzi, salah satu warga
binaan Lapas Tanjung yang mengelola hidroponik menjelaskan, proses berkebun
sayur hidroponik yaitu sayur pakcoy memerlukan proses yang lumayan singkat
yaitu dengan jangka waktu satu bulan sayur pakcoy sudah bisa dipanen. Selain
sayur pakcoy, juga dilakukan pembibitan sayur selada yang baru saja dilakukan.
“Ada beberapa tahapan
dalam proses perkebunan hidroponik sayur pakcoy yang harus dilakukan yaitu,
pertama proses penyemaian dari pembibitan sampai menjadi tunas yang memerlukan
waktu selama tiga hari di dalam ruangan. Proses yang kedua yaitu bibit yang sudah
menjadi tunas di pindahkan keluar agar terkena sinar matahari selama lima hari
sampai muncul daun-daun. Setelah itu, bibit sayur pakcoy dipindahkan ke media
hidroponik namun belum diberikan nutrisi selama dua hari. Dua hari kemudian,
bibit sayur pakcoy diberikan air nutrisi dengan kadar 150 ppm dan diukur dengan
alat ukur khusus nutrisi. Dengan selalu diawasi dan dirawat setiap hari,
nutrisi untuk sayur pakcoy ditambah secara berkala sampai mencapai 770ppm atau
sampai siap di panen. Semua proses ini dilakukan dengan total waktu 30 hari.
Selain sayur pakcoy, kami juga mencoba melakukan pembibitan sayur selada dan
Allhamdulillah untuk proses penyemaian sampai pemindahan ke media hidroponik
sudah berhasil tinggal menunggu proses selanjutnya sembari mengawasi.” Jelas
Fauzi.
Hasil panen sayur pakcoy dari
Lapas Tanjung selama ini didistribusikan ke pasar tradisional dan ke toko
sayur. Selain itu sayur pakcoy dari Lapas Tanjung juga menerima pesananan dari
instansi daerah Kabupaten Tabalong salah satunya dari puskesmas Hikun dan SMKN
1 Tabalong. Mengingat sayur pakcoy dari Lapas Tanjung memiliki kualitas yang
bagus dan mampu bersaing dengan pasar-pasar lain. Keberhasilan tanaman
hidroponik sayur pakcoy tidak luput juga dari peran petugas yang selalu memberikan
motivasi, pengawasan dan pembimbingan kepada warga binaan yang memgelola.
Kasubsi Kegiatan Kerja,
Yogiyan Noor mengatakan, “Dari bulan juni sampai dengan bulan september sudah
dilaksanan 3 kali panen sayur pakcoy dari 3 media hidroponik yang tersedia.
Lapas Tanjung sekarang sudah memiliki pasar tetap pada agen sayur yaitu toko
sayur di Mabuun, toko sayur di Tanjung Selatan, toko sayur di Pandan Arum dan
toko sayur Kapar Murung Pudak. Selain itu kami juga menerima pesanan dari Puskesmas
Hikun dan SMKN 1 Tabalong. Keberhasilan kami tidak lepas dari para petugas yang
selalu memberikan motivasi, pengawasan dan pembimbingan kepada warga binaan
yang mengelola perkebunan hidroponik ini,”Ungkap Yogi.
Di Lapas Tanjung setiap
hasil penjualan ada pembagian persenan yang harus disetujui dan disepakati. Dari
100% hasil penjualan, warga binaan yang mengelola mendapatkan 30% hak hasil panen,
15% hasil panen untuk PNBP, dan sisanya 55% dimasukkan kedalam kas untuk
dijadikan pembelian barang modal biaya perawatan peralatan yang digunakan serta
untuk penambahan barang modal agar pembinaan berjalan secara terus menerus dan
bertambah. Harapan Kalapas kepada pihak PT. Pertamina Tanjung field untuk
kedepannya apabila pihak Pertamina membutuhkan bantuan terkait tenaga, Lapas
Tanjung siap membantu dan memberdayakan warga binaan untuk membantu mengolah
dan mengelola program pembinaan dari PT. Pertamina Tanjung Field.
Kepala Lapas Tanjung,
Heru Yuswanto menjelaskan, “Program pembinaan yang kami lakukan memiliki
kesepakatan dan persetujuan dalam pembagian hasil penjualan. Dari 100% hasil
penjualan, 30% hasil penjualan untuk warga binaan yang mengelola yang mana uang
hasil dari penjualan disimpan kedalam tabungan mereka sampai mereka bebas baru
diserahkan sebagai modal apabila bebas nanti mereka bisa membuka usaha sendiri
dan bisa membuka lapangan pekerjaan kepada meraka. Jadi ketika bebas mereka
memiliki modal ilmu dan modal materi untuk membuka lapangan pekerjaan. Kemudian
15% hasil penjualan disetorkan kepada PNBP dan 55% sisanya masuk kas untuk
dijadikan modal kembali dan biaya perawatan peralatan yang digunakan. Jelas
Kalapas.
“Harapan saya kepada
pihak pertamina apabila ada program pembinaan terkait mengeolah dan mengelola
kami siap membantu dan siap memberdayakan warga binaan kami dengan tujuan
bahwasanya warga binaan juga mampu bersaing dengan masyarakat-masyarakat lain
agar tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat mengingat status mereka,”Ungkap
Kalapas.
Terpisah, Kepala Kantor
Wilayah Kemenkumham Kalimantan Selatan, Lilik Sujandi mengatakan selalu
mensupport kepada Lapas/Rutan yang telah mampu meningkatkan program pembinaan
kemandirian kepada warga binaan dengan memberikan modal ilmu dan modal tempat,
lahan atau media untuk memberikan pelatihan-pelatihan yang sangat bermanfaat
kepada warga binaan sehingga ketika bebas warga binaan akan mampu
mengembangkannya sebagai modal membuka lapangan pekerjaan ketika nanti kembali
kemasyarakat.
“Saya apresiasi sekali
dan saya support penuh kepada Lapas/Rutan yang telah mampu meningkatkan
program-program pembinaan kemandirian kepada warga binaan dengan membekali
modal ilmu dan tempat, lahan atau media untuk memberikan pelatihan-pelatihan
yang sangat bermanfaat. Dengan harapan apabila mereka bebas mereka mampu
mengembangkan kemampuan-kemampuan mereka selama di bina di Lapas/Rutan dan juga
mampu membuka lapangan pekerjaan untuk mereka sendiri ketika nanti sudah
kembali ke masyarakat,”Terang Lilik.
Di akhir, Kalapas
mengucapkan terima kasih atas apresiasi
dan dukungan dari pihak SKK Migas Kalsul dan PT. Pertamina Tanjung Field yang
sudah datang untuk memantau hasil program yang sudah di berikan oleh CSR
Pertamina.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak SKK Migas Kalsul dan PT. Pertamina Tanjung Field atas apresiasi dan dukungannya terkait pemberian program pembinaan kepada warga binaan kami, dan saya ucapkan terima kasih sudah berkenan mengunjungi Lapas Tanjung untuk melihat dan memantau perkembangan program pembinaan hidroponik dan bioflok yang diberikan oleh CSR Pertamina,”Ungkap Kalapas.
Kamis, 22 September 2022
GIAT SATOPS PATNAL, LAPAS TANJUNG IKUTI RAZIA GABUNGAN DI RUTAN BARABAI
Tanjung, INFO_PAS - Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kanwil Kemenkumham Kalimantan Selatan menggelar kegiatan razia gabungan di UPT se Banua Enam. Giat ini diikuti oleh UPT se Banua Enam salah satunya UPT Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung yang langsung diwakili oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung, Heru Yuswanto dan 6 orang petugas Lapas Tanjung, Kamis(21/09).
Kegiatan ini dilaksanakan di UPT Rutan Kelas IIB Barabai. Giat Satops Patnal ini merupakan upaya mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas/Rutan.
Adapun hasil penggeledahan ditemukan barang-barang yang dilarang dan dianggap berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban seperti batu, botol parfum, korek api gas, sikat gigi, kayu dan alat cukur. Selain itu, petugas dan warga binaan juga di tes urine dan hasilnya negatif.
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan di seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan guna Deteksi Dini dan Cegah Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban Di Lapas/Rutan.
Sementara itu, Heru Yuswanto berharap dengan dilaksanakannya giat gabungan se Banua Enam ini akan menciptakan situasi yang kondusif di Lapas/Rutan. Nantinya kegiatan ini juga akan dilaksanakan secara rutin dan berkala, ucap Heru.
Sabtu, 17 September 2022
KUAT TANGKAS DAN CEPAT, LAPAS DAN RUTAN TANJUNG JADI TUAN RUMAH LOMBA UJI KETANGKASAN PETUGAS PEMASYARAKATAN
Tanjung, INFO_PAS – Kantor Wilayah Kementerian
Hukum dan HAM Kalimantan Selatan melalui Lapas Kelas IIB Tanjung dan Rutan
Kelas IIB Tanjung mengadakan lomba uji ketangkasan petugas pemasyarakatan se Kalimantan
Selatan dengan tema “Kuat, Tangkas dan Cepat, Sabtu(17/09). Bertempat di
Lapangan Tembak Wira Satya Uttama Kompi 2
Pelopor Tanjung, uji ketangkasan ini sangat antusias sekali diikuti oleh
peserta dari 13 UPT Pas yang mendaftarkan diri sebelumnya.
Acara dimulai
dengan apel pembukaan perlombaan yang di buka langsung oleh Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Lilik Sujandi. Acara pembukaan
ini diikuti dan disaksikan oleh para Pimti dan Ka UPT PAS se Kalsel dan para
anggota Brimob Kompi 2 Pelopor Tanjung. Dalam amanatnya beliau menyampaikan perlombaan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan
serta menjadi parameter untuk mengetahui kekuatan dan kesigapan petugas dalam menghadapi situasi genting dan gangguan
keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas/Rutan. Setelah amanat selesai kakanwil
Kemenkumham Kalsel langsung membuka acara tersebut.
Ada 3 tahapan yang harus diikuti oleh para tim
peserta yaitu tahapan kekuatan fisik, tahapan ketangkasan dan tahapan kecepatan.
Diakhir mereka harus melakukan yel-yel dan berpose sebagai tanda berakhirnya
mengikuti 3 tahapan tersebut. Perlombaan ini sangat antusias sekali diikuti
oleh para tim peserta.
Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi, menjelaskan, tujuan dari lomba ini untuk menguji dan
mengevaluasi tingkat kemampuan penggunaan alat serta Lapas dan Rutan yang
memerlukan penanganan khusus
.
"Ini
harus dilatih dan simulasikan, untuk itu pelaksanaan ini tentu menguji seberapa
tingkat kemampuan teknik dan manajerial sehingga dilaksanakan secara
beregu," tambahnya.
Untuk
itulah, dalam uji ketangkasan ini digunakan perlengkapan standar yang memang
digunakan petugas pemasyarakatan, baik yang lama dan maupun baru.
Kakanwil juga menyebutkan
dengan uji ketangkasan ini akan dapat ditemukan solusi dalam bentuk kurikulum
pelatihan dan simulasi yang diatur lebih lanjut lagi untuk meningkatkan
kemampuan petugas di Lapas dan Rutan.
Kemudian untuk
melihat sejauh mana perkembangan peningkatan kualitas, teknik dan manajerial
setelah mengikuti pelatihan didasari kurikulum yang ada maka tentunya akan ada
dgelar lagi lomba serupa.
Terkait
pelaksanaan perdana ini menunjuk Rutan dan Lapas Tanjung, Kakanwil, mengatakan,
karena terkait kesiapan dukungan kelengkapan sarana prasarana dan juga
dukungan teknis.
"Sehingga,
kita pilih Tanjung untuk pelaksanaan lomba ketangkasan ini," ucapnya.
Kakanwil juga menyebutkan dengan uji ketangkasan ini akan dapat ditemukan
solusi dalam bentuk kurikulum pelatihan dan simulasi yang diatur lebih lanjut
lagi untuk meningkatkan kemampuan petugas di Lapas dan Rutan.
Kemudian untuk
melihat sejauh mana perkembangan peningkatan kualitas, teknik dan manajerial
setelah mengikuti pelatihan didasari kurikulum yang ada maka tentunya akan ada
dgelar lagi lomba serupa.
Terkait
pelaksanaan perdana ini menunjuk Rutan dan Lapas Tanjung, Kakanwil, mengatakan,
karena terkait kesiapan dukungan kelengkapan sarana prasarana dan juga
dukungan teknis.
"Sehingga,
kita pilih Tanjung untuk pelaksanaan lomba ketangkasan ini," ucapnya.
Adapun UPT PAS yang mendapatkan juara yaitu, juara 1 LPKN
Karang Intan, juara 2 Lapas Kelas IIA Banjarmasin, juara 3 Lapas Kelas IIB
Amuntai, Yel-yel terbaik Rutan Kelas IIB Kandangan, Tim Terbaik Rutan Kelas IIB
Pelaihari, dan Photobooth terbaik Lapas Kelas IIB Banjarbaru.
Senin, 12 September 2022
BERIKAN PENDIDIKAN AGAMA, LAPAS TANJUNG BERSAMA KEMENAG TABALONG BERIKAN PEMBELAJARAN MEMBACA IQRO KEPADA WARGA BINAAN
Tanjung, INFO_PAS - Salah satu
cara meningkatkan keimanan dan ketakwaan adalah dengan mempelajari ilmu yang
bermanfaat, di antaranya adalah belajar membaca Iqro. Oleh karena itu, sebagai
bentuk pembinaan kerohanian Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung Kanwil Kemenkumham Kalimantan Selatan
mengadakan kegiatan belajar baca Iqro bagi warga binaan yang
beragama islam, Senin(12/09).
Kegiatan ini sendiri dilaksanakan
di dalam lingkungan Lapas Tanjung tepatnya di masjid At - Tawwabin Lapas Tanjung.
Kegiatan ini akan diadakan setiap hari senin sampai jumat kepada warga
binaan dan dilakukan secara bergantian tiap kamar hunian.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung,
Heru Yuswanto menyampaikan “kegiatan belajar baca iqro’ ini merupakan suatu
bentuk program pembinaan kerohanian bagi warga binaan Lapas Tanjung khususnya
bagi yang belum bisa membaca Al-Quar’an, lebih dari itu kegiatan ini diharapkan
dapat mengubah perilaku dan kepribadian warga binaan menjadi lebih baik lagi,”
ujarnya.
Selain itu, Kalapas Tanjung juga menyambut
baik kegiatan ini. Ia berharap kegiatan keagamaan ini dapat menjadi salah satu
solusi memberantas buta aksara dalam membaca Iqro dan Al-Quran. “harapannya
kegiatan membaca Al-Quran dan iqro’ ini dapat menjadi pengisi waktu warga binaan
agar dapat lebih mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wa ta’ala, kemudian
dengan adanya kegiatan ini semoga warga binaan yang tidak bisa membaca iqro’
ataupun Al-Quran dapat mempelajari dengan baik sehingga bisa membacanya,” kata
Kalapas.
Warga binaan Lapas Tanjung sangat
antusias menyambut kegiatan ini. Banyak dari mereka yang sama sekali tidak bisa
membaca iqro’ menjadi bisa bahkan ada yang telah dapat membaca Al-Quran dengan
baik. Hal ini tidak terlepas dari kemauan belajar yang kuat dari warga binaan
untuk belajar dan tentunya hidayah dari Allah Subhanahu Wa ta’ala.






















